Bagaimana cara Nabi minum?

Minum merupakan suatu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi setiap harinya. Akan tetapi, pernahkah kita terpikirkan bagaimana Rasulullah minum? Sebagai seorang muslim, tentunya kita perlu untuk mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dekat dan mencontoh beliau yang merupakan teladan bagi kaum muslimin. Pada artikel ini, akan kita bahas bagaimana Rasulullah minum.

Apakah Nabi minum sambil duduk atau berdiri?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil duduk. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam banyak hadis yang menyebutkan bahwa beliau melarang untuk minum sambil berdiri. Salah satu hadis tersebut adalah,

Beliau melarang laki-laki minum sambil berdiri. Kata Qatada, lalu kami berkata, “Kalau begitu makan.” Beliau berkata, “Itu lebih buruk atau lebih keji.”

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, ‘Maka kami tanyakan, bagaimana dengan makan?’ Anas menjawab, ‘Apalagi makan, itu lebih buruk, atau lebih jelek.’” (HR. Muslim)

Dari sini kita bisa simpulkan bahwa Rasulullah minum sambil duduk, bukan berdiri. Hal tersebut tentunya karena beliau tidak mungkin melarang hal yang beliau lakukan sendiri karena beliau merupakan teladan yang terbaik. Ketika melarang sesuatu, tentunya beliau yang terdepan untuk menjauhinya.

Akan tetapi, selain larangan untuk minum sambil duduk, ternyata ada juga hadis yang menunjukkan Rasulullah minum sambil berdiri. Salah satunya adalah hadis dari Abdullah bin Abbas yang menyebutkan bahwa Rasulullah minum air zam-zam sambil berdiri,

Aku memberi Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, minum sedikit Zamzam dan dia minum sambil berdiri.

“Aku memberikannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minumlah air Zamzam, lalu diminumnya sambil berdiri.” (HR. Muslim)

Selain itu, ada juga hadis lain yang menyebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum dari sebuah qirbah (kantong air) sambil berdiri sebagaimana dalam hadis riwayat Khabsyah Al-Anshariyyah,

Rasulullah SAW memasukinya dan dia menggantungkan kantung air dan dia meminumnya sambil berdiri.

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam masuk menemuinya, dan di sisinya ada qirbah (kantong air) yang tergantung, lalu dia meminumnya sambil berdiri.” (HR. Tirmidzi)

Lalu mana yang benar, Rasulullah minum sambil duduk atau minum sambil berdiri? Mengapa Nabi melarang para sahabat minum sambil berdiri, padahal beliau sendiri juga minum sambil berdiri? Ibnul Qayyim Tuhan memberkati di dalam buku Zadul Maad mengatakan,

Salah satu petunjuknya kepada Allah adalah minum sambil duduk. Ini adalah bimbingannya yang biasa. Disahkan dari beliau bahwa beliau mengharamkan minum sambil berdiri. Disahkan dari beliau bahwa beliau memerintahkan orang yang minum sambil berdiri agar muntah. Disahkan dari dia bahwa dia minum sambil berdiri. Ada kelompok yang berkata: Ini membatalkan larangan. Ada sebagian yang berkata: Melainkan menunjukkan bahwa larangan itu bukan untuk mengharamkan, melainkan untuk memberi petunjuk dan meninggalkan yang pertama. Sekelompok orang berkata: Tidak ada pertentangan sama sekali di antara mereka. Dia hanya minum sambil berdiri karena kebutuhan, karena dia datang ke Zamzam dan mereka mengambil air darinya, maka dia menimba air dan mereka memberinya ember, maka dia minum sambil berdiri, dan ini adalah situasi yang membutuhkan.

“Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang minum sambil duduk dan itu yang biasa dia lakukan. Hadits larangan minum sambil duduk sahih, hadits yang memerintahkan orang yang minum sambil berdiri untuk muntah juga sah, dan hadits yang mengatakan ia minum sambil berdiri juga sah.

Sebagian ulama menyatakan hadis tersebut naasikh untuk larangan, sebagian ulama menyatakan hadis tersebut adalah mubayyin. Hadis tersebut menunjukkan bahwa larangan tersebut bukan untuk mengharamkan, akan tetapi sebagai arahan dan juga menunjukkan mana yang lebih utama.

Ada juga yang berpendapat bahwa hadis-hadis tersebut sejatinya tidak bertentangan. Hal tersebut dikarenakan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri karena ada keperluan. Saat itu dia datang ke zamzam dan orang-orang mengambil air dari sana, lalu mereka memberikan ember berisi air kepadanya, dan dia shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri. Kondisi tersebut karena beliau perlu berdiri.”

Dari penjelasan tersebut bisa kita simpulkan bahwa yang paling utama adalah kita minum sambil duduk. Akan tetapi, ketika duduk itu menyulitkan dan kita perlu minum sambil berdiri kita minum sambil berdiri meniru perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jangan minum seteguk pun

Kebiasaan Nabi dalam meminumnya adalah dengan tidak meminum air dalam wadah dan menghabiskannya dalam sekali teguk. Biasanya beliau bernafas tiga kali ketika minum seperti dalam sebuah hadis,

Rasulullah SAW, beliau biasa menghirup minuman sebanyak tiga kali dan bersabda: Ini lebih nikmat, lebih menyembuhkan, dan lebih baik.

“Ketika Rasulullah minum dari bejana, (dia tidak menghabiskannya sekaligus dalam satu tarikan napas), melainkan bernapas tiga kali hingga habis minum.”

Mengapa demikian? Beliau menjelaskan bawa hal tersebut (أَرْوَى), yaitu lebih mudah ditelan ketika minum dan (أَمْرَأُ), yang artinya lebih memuaskan dahaga orang yang sangat kehausan.

Baca juga: Bagaimana cara tidur Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam?

Minuman favorit Nabi

Sebagaimana manusia lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memiliki minuman yang disukai. Apa minuman yang Rasulullah sukai? Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha dia berkata,

Minuman yang paling disukai Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, adalah manis dan dingin.

“Minuman yang paling disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam manis dan dingin.” (HR. Tirmidzi)

Nabi menyukai minuman yang mempunyai dua kualitas: manis dan dingin. Nabi menyukai minuman manis seperti air yang dicampurnya dengan madu. Dia juga terbiasa membuat nabidz, yaitu air perasan kismis atau kurma yang beliau biasanya buang jika sudah lebih dari 3 hari karena bisa menjadi minuman yang memabukkan. Hal tersebut sebagaimana dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas semoga Tuhan memberkatimu,

Rasulullah SAW biasa menuangkan kismis ke dalam kantong air untuknya, dan dia meminumnya setiap hari, keesokan harinya, dan lusa, maka ketika jam tiga sore dia meminumnya dan memberinya minum, dan jika masih ada yang tersisa, dia menuangkannya.

“Rasulullah sHallahu ‘alaihi wa sallam Hal yang lazim dilakukan adalah membuat kismis dalam wadah berisi air minum, kemudian ia meminumnya pada hari itu juga, keesokan harinya, dan lusanya. Pada sore hari ketiga, dia masih menuangkan dan meminumnya; namun jika masih ada sisa, ia menumpahkannya.” (HR Muslim)

Rasulullah juga suka air yang dingin yang tentunya dulu tidak ada kulkas. Lalu bagaimana beliau mendapatkan air dingin? Biasanya orang Arab dulu mendinginkan air dengan mendiamkannya di malam hari sebagaimana dalam sebuah hadis, beliau meminta air yang diinapkan dalam sebuah wadah,

Jika Anda memiliki air, bermalam di Shannah malam ini.

”Apakah kamu mempunyai air yang telah diinapkan dalam bejana kulit?”

Dari hadis-hadis di atas, kita bisa simpulkan bahwa minuman yang Rasulullah sukai adalah yang manis juga dingin. Tentunya minuman dengan sifat seperti ini, apalagi dihasilkan dari bahan alami, memiliki manfaat bagi tubuh dan lebih menghilangkan dahaga dan mengembalikan tenaga.

Menutupi

Itulah bahasan secara ringkas tentang bagaimana Rasulullah minum. Semoga dengan mengenal kebiasaan kebiasaan Rasulullah sehari-hari, bisa membuat kita lebih bersemangat lagi untuk meneladani beliau yang merupakan sebaik-baiknya teladan. Setelah mengetahui kebiasaan beliau minum, kita bisa niatkan tata cara minum dan juga minuman yang kita sukai karena meniru beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga: Perlengkapan Jihad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

***

Penulis: Ferdian Ikhwanysah

Artikel Muslim.or.id

Referensi:

Syarah Shamail Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, karya Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.