Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bagian 3)

Prioritas keempat: Allah dekat dengan hamba-Nya

Dalam hadits dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang telah lalu disebutkan,

Dia akan mendekat, kemudian dia akan menyombongkan diri tentang mereka kepada para malaikat dan berkata: Apa yang diinginkan orang-orang ini?

“Sesungguhnya Allah mendekat dan memuji mereka di hadapan para malaikat seraya berkata, ‘Apa yang mereka inginkan?‘” (HR.Muslim no.1348)

Arti kata-kata Nabi (Dan sesungguhnya, itu sudah dekat) artinya Tuhan turun ke langit dunia, dan menghampiri hamba-Nya di Arafah sesuai dengan keagungan dan kebesaran Tuhan. Kami mengimaninya tanpa mempermasalahkannya, tanpa menyamakannya dengan makhluk, tanpa memutarbalikkan maknanya, dan tanpa mengingkarinya. Turun dan mendekatnya Allah kepada orang yang berdiri di Arafah merupakan rahmat Allah yang berdampak pada banyak kebaikan dan keberkahan. Turunnya rahmat Allah sebagaimana disebutkan dalam hadis, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Alkisah ada seorang sahabat yang bertanya kepadanya tentang pahala orang yang berwukuf di Arafah. Dia shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Adapun kedudukanmu di Arafah, maka Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Tinggi turun ke surga dunia dan menyombongkannya di hadapan para malaikat, seraya bersabda: Inilah hamba-hamba-Ku yang datang dalam keadaan kusut dan berdebu dari setiap lembah yang dalam, mengharap rahmat-Ku, dan takut akan siksa-Ku, padahal mereka tidak melihat Aku. Jadi bagaimana jika mereka melihatku? Sekiranya anda mempunyai dosa-dosa seperti pasir di dunia, atau seperti umur dunia ini, atau seperti setetes air di langit, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosa itu dari anda.

Adapun wukuf di Arafah yang kamu kerjakan, sesungguhnya pada hari itu Allah turun ke langit bumi, dan Dia memuji orang-orang yang wukuf di Arafat di hadapan para malaikat-Nya, dengan mengatakan, ‘Mereka itulah hamba-hamba-Ku yang datang dengan rambut kusut dan berdebu dari segala penjuru, mengharap rahmat-Ku, dan takut akan azab-Ku, padahal mereka belum pernah melihat-Ku. Jadi, bagaimana jika mereka melihat Aku?’ Jika dosamu sebanyak butiran pasir, sebanyak hari di dunia, atau sebanyak tetesan air hujan di langit, niscaya Allah akan menghapuskan semuanya darimu.” (HR. Ath-Tabrani no. 13566, hasan)

Prioritas kelima: Allah menjadikan kaum Arafah bangga di hadapan para malaikat

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaianNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Allah SWT menyombongkan diri kepada para malaikat-Nya pada malam Arafah tentang penduduk Arafat, dan berfirman, “Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepadaku dalam keadaan kusut dan berdebu.”

Sesungguhnya Allah menyombongkan diri kepada para malaikat-Nya di sore hari Arafat bersama orang-orang di Arafat, dan bersabda, “Lihatlah keadaan hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kusut dan berdebu.” (HR. Ahmad no. 8047, sahih)

Dan telah mewariskan hadits dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah semoga Tuhan memberkatimu,

Kemudian dia membual tentang hal itu kepada para malaikat

“Dan bermegahlah mereka di hadapan para malaikat.(HR.Muslim no.1348)

Ini merupakan keutamaan yang agung bagi ahli Arafah, bahwa Allah Rabbul ‘aalamiin membanggakan mereka di hadapan penduduk langit, yaitu para malaikat yang mulia, sementara sejatinya Allah tidak butuh terhadap hamba-Nya, tidak butuh haji dan doa-doa mereka. Allah Obat dikatakan,

Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan kepada Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 15 Jika Dia menghendaki, Dia dapat membawa kamu pergi dan menciptakan suatu ciptaan. Baru: ۝16i Dan itu bukanlah Tuhan Yang Perkasa di mata Tuhan ۝17

“Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Tuhan. Hanya Tuhan yang Maha Kaya dan Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan membinasakan kamu dan melahirkan makhluk baru. Itu tidak sulit bagi Tuhan.” (QS. Fathir : 15-17)

Allah dengan kesempurnaan-Nya yang tidak membutuhkan apapun dari makhluk ternyata membanggakan ahli Arafah di hadapan para mailakat, sebagai bentuk pemuliaan terhadap mereka.

Penyebutan kebanggaan ini di hadapan para malaikat menunjukkan bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya jemaah haji ketika datang dari negerinya, mereka sangat mengharapkan rahmat dari Allah, dan menginginkan kesuksesan dan mendapatkan keridaan dan surga Allah, mendapatkan ampunan dari neraka. Maka Allah memuliakan mereka dengan mengampuni dosa-dosa mereka dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat. Hal ini disebutkan dalam hadis Nabi ketika beliau bersabda tentang jemaah haji yang wukuf di Arafah,

Allah turun ke langit dunia, lalu menyombongkannya kepada para malaikat, seraya bersabda: Inilah hamba-hamba-Ku yang datang kepadaku dalam keadaan acak-acakan dan acak-acakan, mengharap rahmat dan ampunan-Ku. Seandainya dosa-dosa mereka sebanyak pasir, sebanyak tetesan air, dan sebanyak buih di lautan, niscaya Aku ampuni mereka. Habiskanlah wahai hamba-Ku, ampunan bagimu dan bagi siapa saja yang kamu jadikan syafaat.

“Allah turun ke langit dunia dan memuji mereka di hadapan para malaikat sambil bersabda, “Mereka itulah hamba-hamba-Ku yang datang kepada-Ku dalam keadaan kumuh dan berdebu, mengharap rahmat dan ampunan-Ku. Sekalipun dosa mereka sebesar sebutir pasir, sebesar setetes air hujan, dan sebesar buih di lautan, niscaya Aku ampuni mereka. Pergilah wahai hamba-Ku dengan keadaan telah diampuni dosa-dosamu dan juga orang-orang yang telah kamu syafa’atkan.” (HR. Al-Bazzar, disebutkan hasan oleh Al-Albani)

Prioritas keenam: Allah mengabulkan doa bagi masyarakat Arafat

Sungguh Tuhan Obat menganugerahkan kepada orang-orang yang berdoa kepada-Nya dan menganugerahkan kepada orang-orang yang meminta kepada-Nya bagi orang-orang yang wukuf di hari besar ini. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Apa yang diinginkan orang-orang ini?

“Apa yang mereka inginkan?‘” (HR.Muslim no.1348)

Allah bertanya kepada para malaikat-Nya, “Apa yang mereka inginkan?“ Padahal Allah lebih tahu tentang mereka dan lebih tahu tentang apa yang ada di hati mereka. Akan tetapi, Allah bertanya seperti itu agar mereka bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan, sehingga Allah bisa mengabulkan permintaan mereka. Oleh karena itu, setelahnya Allah berfirman,

Malaikatku bersaksi bahwa aku telah mengampuni mereka

“Bersaksilah, wahai malaikat-malaikat-Ku, bahwa Aku telah mengampuni mereka.” (Lihat di Shahih At-Targhiib wa At-Tarhiib TIDAK. 1154)

Bahkan sesungguhnya Allah Obatdiantara bentuk pemuliaan dari-Nya kepada kaum Arafat, maka Allah menerima syafaatnya bagi orang-orang yang meminta kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya, sebagaimana diatur dalam hadits,

Habiskanlah, hamba-Ku, kamu akan diampuni, dan untuk siapa pun kamu memberi syafaat

Pergilah wahai hamba-Ku dengan keadaan telah diampuni dosa-dosamu dan juga orang-orang yang telah kamu syafa’atkan.” (HR. Al-Bazzar, disebutkan hasan oleh Al-Albani)

Oleh karena itu, hari Arafah adalah hari terbaik sepanjang tahun untuk berdoa dan bermunajat, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Khair al-Dua, doa di hari Arafah

“Doa yang paling utama adalah doa di hari Arafat.” (HR. Tirmidzi no.3585, autentik)

Ibnu ‘Abdil Barr Tuhan memberkati berkata, “Dalam hadis ini terkandung fikih bahwasannya doa pada hari Arafah lebih utama dibandingkan yang lainnya, dan dalam hadis ini terdapat dalil bahwasanya doa di hari Arafah secara umum akan dikabulkan semuanya.“

Jamaah haji pada hari ini hendaknya berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan dan Allah tidak akan menolak permohonannya, serta tidak akan memutus harapannya. Maka berdoalah pada saat itu dengan ikhlas disertai kejujuran meminta kepada Allah, dan memohon disertai dengan ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‘Abdullah bin Al-Mubarak Tuhan memberkati bersabda, “Aku datang menemui Sufyan At-Thawri pada hari Arafah dan dia sedang menunggangi kudanya, dan air matanya bercucuran.

Keutamaan ketujuh: Hari Arafah adalah hari yang paling agung dalam setahun untuk mempermalukan setan

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah bin Kuraiz Tuhan memberkatibahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Setan belum pernah terlihat pada hari dimana dia lebih kecil, lebih muak, lebih hina, atau lebih marah dibandingkan pada hari Arafat, dan itu hanya karena apa yang dia lihat. Rahmat turun dan Tuhan mengampuni dosa-dosa besar

“Tidaklah setan pernah terlihat lebih kerdil, terjauhkan, hina, dan marah daripada saat hari Arafah, dan itu tidak lain karena ia melihat turunnya rahmat dan pengampunan Allâh atas dosa-dosa besar.“ (HR.Malik no.944)

Iblis marah dan sedih atas apa yang akan terjadi pada hari itu berupa pelepasan budak, turunnya rahmat, dan pengampunan dosa. Namun dia kembali dengan kecewa, kalah, dan takluk.

[Selesai]

***

Penerjemah: Diterjemahkan oleh Mianoki

Artikel Muslim.or.id

Catatan kaki:

Diterjemahkan dari buku Fadhai-lu Yaumi ‘Arafah, karya Syekh Prof.Dr.’Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Badr hafidzahullah


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch