Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)

Kurban mengajarkan tauhid dan keikhlasan karena Allah

Para ulama salaf terdahulu mempelajari niat sebelum beramal sebagaimana seseorang mempelajari hakikat amal itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa urgensi niat harus dilandasi ikhlas karena Allah dalam setiap amal perbuatan.

Sufyan Ats-Tsauri Tuhan memberkati pernah berkata,

Aku tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih sulit bagiku selain niatku, karena hal itu berubah melawanku

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat aku perjuangkan selain niatku, karena ia selalu berubah-ubah.”

Abdullah bin Mubarak Tuhan memberkati dikatakan,

Mungkin perbuatan kecil menjadi besar karena niat, dan mungkin perbuatan besar menjadi kecil karena niat

“Betapa banyak amal kecil yang menjadi besar karena niat (ikhlas), dan betapa banyak amal besar yang menjadi kecil karena niat (tidak ikhlas).”

Ar-Rabi bin Khutsaim Tuhan memberkati dikatakan,

Segala sesuatu yang tidak mencari wajah Tuhan akan lenyap

“Segala sesuatu yang tidak diniatkan karena Allah itu akan sirna.”

Al-Hasan Al-Bashri Tuhan memberkati dikatakan,

Seorang hamba tetap baik-baik saja jika ia berkata, “Dia berkata kepada Tuhan,” dan jika dia bekerja, “Dia bekerja untuk Tuhan Yang Maha Esa.”

“Seorang hamba akan terus berada dalam kebaikan selama ucapannya karena Allah dan amalnya juga karena Allah.”

Zubaid Al-Yami Tuhan memberkati dikatakan,

Saya suka memiliki niat dalam segala hal, bahkan dalam makanan dan minuman

“Aku sungguh sangat bahagia jika aku memiliki niat (karena Allah) dalam setiap perkara, bahkan saat makan dan minum.”

Sahl bin Abdullah At-Tustari Tuhan memberkati dikatakan,

Tidak ada yang lebih sulit bagi jiwa selain keikhlasan. Karena dia tidak punya andil di dalamnya

“Tidak ada yang lebih berat bagi jiwa selain ikhlas (karena Allah), sebab jiwa tidak mendapatkan bagian apa pun darinya.”

Yusuf bin Al-Husain Ar-Razi Tuhan memberkati dikatakan,

Hal yang paling kusayangi di dunia ini adalah keikhlasan, dan bagaimana aku berusaha untuk membuang kemunafikan dari hatiku, seakan-akan tumbuh warna berbeda di dalamnya.

“Yang paling mulia di dunia adalah keikhlasan. Aku terus berusaha menghilangkan riya dari hatiku, namun sepertinya ia tumbuh kembali dalam wujud lain.”

Mutharrif bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir Tuhan memberkati dikatakan,

Hati yang baik timbul dari perbuatan yang baik, dan perbuatan yang baik timbul dari niat yang baik

“Baiknya hati tergantung pada baiknya amal, dan baiknya amal tergantung pada baiknya niat (ikhlas).”

Al-Fudhail bin Iyadh Tuhan memberkati menjelaskan firman Tuhan (Untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang paling baik amalnya) dengan mengatakan,

Ikhlas dan benar, karena jika ikhlas dan tidak benar maka tidak akan diterima, dan jika benar dan tidak ikhlas maka tidak akan diterima sampai ikhlas. Ikhlas jika karena Allah, dan benar jika sesuai sunnah.

Begitu pula amal yang benar namun tidak ikhlas juga tidak diterima, hingga amal tersebut menjadi ikhlas. Ikhlas jika dilakukan karena Allah, dan benar jika sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dari Shaddad bin Aus Tuhan memberkatiketika dia akan mati, dia berkata,

Hal yang paling aku takuti darimu adalah kemunafikan

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah riya.”

Yahya bin Muadz Ar-Razi Tuhan memberkati dikatakan,

Barangsiapa mengoreksi batinnya dengan pengamatan dan keikhlasan, maka Allah akan mempercantik lahiriahnya dengan mengikuti Sunnah

“Barangsiapa memperbaiki batinnya dengan muraqabah dan ikhlas, maka Allah akan menghiasi jasmani luarnya dengan mengikuti Sunnah.”

Ibnu Abdil Barr Tuhan memberkati dikatakan,

Allah menyukai dari hamba-hamba-Nya keikhlasan dalam beribadah kepada-Nya, dalam tauhid, dan dalam segala amal ibadah lainnya, dan dalam keikhlasan dihilangkan segala kemunafikan. Karena kemunafikan adalah kesyirikan atau salah satu bentuk kesyirikan

“Allah menyukai keikhlasan hamba-Nya dalam beribadah kepada-Nya, dalam tauhid dan segala ibadah. Termasuk dalam keikhlasan adalah menghindari riya, karena riya adalah kesyirikan atau bagian dari kesyirikan.”

Dia juga berkata,

Ikhlas meliputi keimanan kepada Allah, dan bahwa Dia tidak merugikan atau memberi manfaat, dan Dia tidak memberi atau menghalangi siapa pun dari kebenaran kecuali Dia, karena tidak ada yang menghalangi apa yang Dia berikan, dan tidak ada yang memberi apa yang Dia tahan, Dia tidak mempunyai sekutu.

“Termasuk keikhlasan adalah bertawakal kepada Allah, meyakini bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mencelakakan atau memberi manfaat, memberi atau menahan sesuatu selain Dia. Tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi apa yang Allah berikan, dan tidak ada seorang pun yang mampu memberikan apa yang Allah cegah. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya.” (Dinukil dari Jami’ al-Ulum wal Hikam)

Al-Hasan Al-Bashri Tuhan memberkati dikatakan,

Aku tidak melihat dengan mataku, tidak berbicara dengan lidahku, tidak memukul dengan tanganku, dan tidak berdiri di atas kakiku sampai aku melihat apakah aku sedang menaati Allah atau tidak menaati-Nya. Jika karena ketaatan kepada-Nya, saya akan melanjutkan, dan jika karena ketidaktaatan kepada-Nya, saya akan berhenti.

“Aku tidak memandang dengan mataku, tidak berbicara dengan lisanku, tidak bergerak dengan tanganku, dan tidak melangkah dengan kakiku sampai aku melihat: apakah itu dalam ketaatan kepada Allah atau dalam kemaksiatan kepadaNya? Jika dalam ketaatan, aku lanjutkan. Jika dalam kemaksiatan, aku berhenti.” (Lihat Menjual A’lam an-Nubala, 4: 585)

Maka, ibadah kurban merupakan madrasah yang mendidik seorang hamba untuk meraih keikhlasan dalam beribadah kepada Allah Obatdan melatih hati untuk hanya berharap pada keridhaan-Nya. Qurban juga merupakan syyar besar yang diberikan Allah Obat perintahkan bagi hamba-hamba-Nya, di mana seorang muslim rela mengorbankan harta yang ia sangat cintai demi menjalankan ketaatan kepada Rabbnya. Dari ibadah ini, seorang mukmin belajar tentang ketundukan, pengorbanan, dan kesempurnaan tawakal kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Jangan sampai pahala ibadah kurban tidak diterima karena perbuatan ini

Sebagian orang melaksanakan kurban karena ingin dipuji, sekadar mengikuti kebiasaan masyarakat, atau demi kebanggaan dan gengsi. Padahal, sikap semacam ini dapat merusak pahala ibadah kurban itu sendiri. Ada pula yang kurang memperhatikan niat, atau meremehkan ketentuan waktu penyembelihan. Dan sebagian lainnya bahkan tidak menyebut nama Allah (basmalah) saat menyembelih hewan kurban.

Benar-benar seorang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata,

Perbuatan didasarkan pada niat, dan setiap orang hanya akan menerima apa yang dia niatkan.

“Sesungguhnya amal tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapat sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Menutupi

Maka, seorang muslim seyogyanya memahami bahwa hakikat utama ibadah kurban bukan sekadar ketika menyembelih hewan saja, tetapi bagaimana ibadah tersebut bisa menjadi sarana untuk meraih ketakwaan, mengagungkan Allah ‘Azza wa Jallamendekatkan diri kepada-Nya, membantu masyarakat miskin dan membutuhkan, serta menghidupkan doktrin tauhid di masyarakat. Oleh karena itu, ibadah kurban tidak boleh dicampuradukkan dengan kemunafikan, kesombongan, atau sekadar mengikuti tradisi tanpa pemahaman yang benar.

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Itu dan siapapun yang menjunjung tinggi ritual Tuhan, maka mereka berasal dari keteguhan hati.

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan perintah Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj : 32)

Insya Allah Subhanahu Ta’ala ramaikan hati kami dengan ketakwaan kepada-Nya, berilah kami pertolongan agar kami bisa ikhlas dalam setiap perkataan dan perbuatan, serta menerima segala amal shaleh kami.

Tuhan memberkati.

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

Penerjemah: Chrisna Tri Hartadi

Artikel Muslim.or.id

Sumber: www.alukah.net/sharia/0/176498/المقصد-الحقيقي-من-الأضحية/


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch