Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat

Tidak hanya kepada Allah , tetapi pemimpin pun harus menaruh kepercayaan kepada bawahannya

ولا تتهمن أحدا من الناس فيما توليه من عملك قبل أن تكشف أمره

“Janganlah engkau mencurigai siapapun yang bekerja untukmu terkait tugas yang telah engkau percayakan kepadanya, sebelum engkau memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.”

Mencurigai orang-orang yang tak bersalah dan berprasangka buruk kepada mereka merupakan perbuatan dosa. Maka, jadikanlah berbaik sangka kepada teman-temanmu sebagai bagian dari tugasmu. Buanglah suuzhan (berprasangka buruk) kepada mereka, niscaya itu akan membantumu meningkatkan kemampuan mereka.

Jangan biarkan setan, musuh Allah, menemukan jalan masuk ke dalam urusanmu. Sedikit saja kelemahanmu itu sudah cukup bagi setan. Dia akan memasukkan semacam kesedihan kepada dirimu melalui sikap berburuk sangka terhadap mereka, sehingga itu akan mengganggu kenyamanan hidupmu.

واعلم أنك تجد بحسن الظن قوة وراحة وتكفى به ما أحببت كفايته من أمورك وتدعو به الناس إلى محبتك والاستقامة في الأمور كلها لك

“Ketahuilah bahwa berbaik sangka akan memberimu kekuatan dan ketenteraman. Dengan berhusnuzan, engkau akan terbantu dalam menangani berbagai urusan yang ingin engkau selesaikan. Dan dengannya pula, manusia akan terdorong untuk mencintaimu serta bersikap lurus dan baik dalam seluruh hubungan mereka denganmu.”

Nasihat Thahir ini relevan dengan saran para ahli bidang kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memberikan kepercayaan kepada timnya untuk mengerjakan amanahnya. Apabila seorang pemimpin tidak mempercayai timnya, ini justru melahirkan langkah yang tidak baik dalam manajemen yang disebut micro-management. Ini adalah tindakan pemimpin yang terlalu mengatur urusan dan kreativitas timnya dalam bekerja. Tindakan micro-managing selalu berakhir pada hasil kerja yang tidak optimal.

Tetap lakukan pengawasan yang proporsional dalam tim

Panduan manajemen tim ini dilengkapi lagi dalam wasiat Thahir berikut ini:

“Jangan biarkan sikap baik sangkamu kepada orang-orang di sekitarmu dan rasa sayangmu kepada rakyatmu mencegahmu untuk bertanya dan memeriksa urusanmu. Menangani langsung masalah-masalah yang tak tertangani oleh para pejabatmu, melindungi rakyat, memperhatikan kebutuhan mereka, dan menanggung keperluan mereka, itu bagimu lebih mudah dari apa pun. Sesungguhnya hal itu lebih membantu penegakan agama dan lebih menghidupkan sunah Nabi.”

Prinsip yang dibawakan Tahir ini adalah asas kepercayaan + asas memudahkan siapapun. Karena memudahkan urusan tim yang kesulitan, jika kita memang mampu, adalah refleksi dari sunah Nabi ﷺ.

مَن كانَ في حاجَةِ أخِيهِ كانَ اللَّهُ في حاجَتِهِ، ومَن فَرَّجَ عن مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عنْه بها كُرْبَةً مِن كُرَبِ يَومِ القِيامَةِ

“Barangsiapa yang memenuhi hajat seorang saudaranya, Allah akan penuhi hajatnya. Barangsiapa yang melepaskan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Thahir melanjutkan wasiatnya:

“Ikhlaskanlah niatmu dalam semua ini. Berilah perhatian khusus untuk meningkatkan dirimu sebagai pribadi, yang menyadari bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, bahwa dia akan diberi pahala untuk perbuatan baiknya, dan akan dihukum karena perbuatan buruknya. Sesungguhnya Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung menjadikan agama sebagai perlindungan dan kekuatan. Dia mengangkat orang yang mengikuti dan memuliakan-Nya.”

Wasiat untuk menjalankan pemerintahan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam dan meninggalkan bidah

Oleh karena itu, berjalanlah bersama orang yang engkau pimpin dan engkau urus melalui jalur agama dan metode petunjuk. Terapkan hukuman hudud terhadap para penjahat sesuai tingkatan mereka dan apa yang layak bagi mereka. Jangan abaikan hal itu, dan jangan meremehkannya. Janganlah engkau menunda hukuman orang-orang yang harus dihukum. Jika engkau gagal dalam hal ini, citra baikmu akan rusak.

واعزم على أمرك في ذلك بالسنن المعروفة وجانب الشبه والبدعات يسلم لك دينك وتقم لك مروءتك

“Dalam hal ini, pastikan tindakanmu dipandu oleh sunah yang dikenal. Hindarilah bid’ah dan syubhat, sehingga agamamu selamat bagimu dan kehormatanmu tegak.”

Jika engkau telah mengikat suatu perjanjian, penuhilah. Jika engkau telah berjanji berbuat baik, laksanakanlah. Terimalah kebaikan dan balaslah dengan kebaikan pula. Tutup matamu dari melihat cacat yang mungkin dimiliki rakyatmu.

Jangan berbohong dan hati-hati dari para pembohong

Tahan lidahmu dari ucapan bohong dan palsu. Bencilah orang-orang yang suka memfitnah. Sesungguhnya awal kegagalan urusanmu, baik di dunia ini maupun di akhirat, terjadi setelah engkau memberikan akses kepada pembohong atau berani berbohong. Sebab, berbohong adalah pangkal segala dosa, sementara fitnah dan adu domba merupakan ujungnya. Fitnah tidak akan membuat selamat orang yang melakukannya dan yang mengatakannya. Teman yang mendengarkan fitnah tidak akan selamat. Urusan orang yang suka memfitnah pun tidak akan bekerja dengan baik .

Wasiat ini sangatlah relevan dengan zaman ini. Banyak sekali berita bohong yang tersebar di masyarakat, apalagi yang sampai kepada para pemimpin. Maka, seorang pemimpin hendaklah berhati-hati jangan sampai melakukan dua hal:

Pertama: Menerima kabar bohong dan bertindak berdasarkan itu;

Kedua: Memproduksi kebohongan.

Seorang pemimpin harus memiliki perangkat untuk tatsabbut dan tabayyun. Allah ﷻ berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Pelajari masalah prinsip ini pada artikel, “Asas Dakwah dan Menghadapi Perselisihan”

Telah berlalu dari zaman ke zaman, para penjilat di sekitar penguasa akan mereproduksi kabar agar sesuai dengan hasrat si penjilat sehingga kepentingannya terpenuhi. Sebagaimana yang terjadi dengan Imam Ahmad dan Ibnu Taimiyah rahimahumallah yang menyebabkan mereka dihukum oleh para penguasa karena bisikan ulama suu’.

Di sisi lain, para penguasa juga sangat rentan untuk berbuat bohong, di antaranya untuk menutupi suatu realita yang sebenarnya tidak esensial, tetapi menciderai kesempurnaan kekuasaannya. Sebagaimana yang terjadi pada raja-raja Mesir yang menutupi sejarah kepemimpinan seorang ratu, hanya karena ingin melegitimasi kepemimpinannya berbasis darah kerajaan murni. Hal ini terjadi pada berbagai rezim dan zaman.

Namun, sejatinya seorang pemimpin tidak memerlukan kebohongan untuk melegitimasi kekuasaannya. Dan sangat besar ancaman bagi seorang pemimpin yang berbohong. Nabi ﷺ bersabda,

ثَلاثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّه يوْمَ الْقِيَامةِ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ، وَلا ينْظُرُ إلَيْهِمْ، ولَهُمْ عذَابٌ أليمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، ومَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِل مُسْتَكْبِرٌ

“Ada tiga golongan manusia yang mereka nanti tidak akan diajak bicara oleh Allah ﷻ di hari kiamat kelak. Allah tidak akan menyucikan mereka, dan Allah tidak akan melihat mereka dengan penglihatan rahmat dari Allah ﷻ. Dan bagi mereka azab yang pedih. Tiga golongan itu adalah: 1) seorang tua yang berzina; 2) raja atau penguasa pendusta; 3) keluarga miskin yang sombong.” (HR. Muslim)

Tidak hanya pemimpinnya, tetapi orang yang membantu pemimpin untuk berdusta dan curang akan mendapatkan ancaman besar. Nabi ﷺ bersabda,

إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berdusta dan zalim. Barangsiapa mendatangi mereka, kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezalimannya, maka ia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Serta ia tidak akan minum dari telagaku.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, dan disahihkan Al-Albani)

Sebaliknya, dalam hadis ini disebutkan, orang yang tidak mendukung kezaliman dan kedustaan itu, niscaya akan mendapatkan kesempatan menyeruput air dari telaga Nabi ﷺ.

Cintailah kejujuran dan orang jujur

Cintailah orang-orang yang baik dan yang jujur. Muliakanlah orang-orang yang mulia dengan benar. Kasihilah orang-orang yang lemah. Sambunglah silaturahmi. Usahakanlah dengan itu untuk dapat melihat wajah Allah Yang Mahatinggi dan memuliakan perintah-Nya. Carilah di dalamnya pahala-Nya dan kampung akhirat.

Wasiat Thahir ini mengandung pesan untuk menjaga keadilan bersikap. Thahir akan banyak mengulangi wasiat bersikap adil dalam banyak konteks ke depannya. Tidak lupa selalu wasiat itu dilengkapi dengan pengingat agar senantiasa ikhlas dalam menjalankannya. Karena tiada manfaat dari amal yang berat sekalipun dikerjakan jika tidak dilandasi dengan keimanan yang murni.

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 2

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch