Bulan Ramadan adalah bulan yang spesial bagi seorang muslim. Pada bulan ini, terdapat banyak sekali keutamaan, mulai dari dipermudahnya beramal, dihapusnya dosa-dosa, hingga pahala yang beribu-ribu kali lipat.
Oleh karena itu, seorang muslim tentunya memiliki kebiasaan yang berbeda di bulan Ramadan demi memanfaatkan waktu yang mulia ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun demikian. Ketika di bulan Ramadan, beliau memiliki kebiasaan-kebiasaan khusus. Lalu bagaimanakah Rasulullah di bulan Ramadan?
Rasulullah di bulan Ramadan terbiasa melakukan hal-hal berikut:
Meningkatkan amal dan tadarus Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran dan juga bulan dimana amal shaleh yang dilakukan pada bulan ini akan berlipat ganda. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan, Rasulullah – yang merupakan orang paling dermawan – sedang berada di puncak kedermawanannya. Ia juga selalu membaca dan menghafalkan Al-Quran selama bulan Ramadhan.
Hal tersebut sebagaimana dalam sebuah hadis,
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan paling dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril bertemu dengannya, dan dia bertemu dengannya setiap malam Ramadhan. Maka dia belajar Al-Qur’an bersamanya, karena Rasulullah SAW, lebih dermawan dengan kebaikan daripada angin yang bertiup.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan. Puncak kemurahan hatinya berada di bulan Ramadhan ketika Jibril bertemu dengannya. Jibril biasa menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk mengulang hafalan Al-Qur’an. Sungguh, Rasulullah Hallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih dermawan dalam berbuat kebaikan dari pada angin yang bertiup.” (HR. Bukhari)
Mempercepat berbuka puasa
Di antara kebiasaan Nabi SAW di bulan Ramadhan adalah ketika beliau sedang berpuasa, beliau bergegas berbuka puasa. Puasa tentunya merupakan ibadah yang besar untuk menunjukkan ketundukan dan kejujuran kita kepada Tuhan Azza dari Jalla, bukan ajang untuk menunjukkan kemampuan menahan dahaga dan lapar. Nabi juga mengingatkan kita untuk bersegera berbuka dalam sebuah hadis,
Orang akan tetap sehat asalkan bersegera berbuka
“Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka.” (HR. Muslim)
Baca juga: Sunnah-Sunnah Saat Berbuka Puasa
Mengerjakan makan sahur
Saat berpuasa di bulan Ramadhan, beliau melakukan sahur. Sahur bukan sekedar waktu makan agar kita bisa berpuasa di bulan Ramadhan. Dalam makan sahur ada keberkahannya sehingga hendaknya kita meneladani beliau dalam sahur sebagaimana beliau bersabda,
Selamat bersantap sahur, karena di dalam sahur terdapat keberkahan
“Bekerjalah untuk sahur olehmu, sungguh ada keberkahan dalam makan sahur.” (HR.Bukhari)
Rasulullah juga melaksanakan sahur di penghujung waktu sebelum azan Subuh. Hal ini seperti dalam hadis riwayat Zaid bin Tsabit,
Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu kami berdiri untuk shalat. Saya mengatakan berapa banyak di antara mereka. Dia mengatakan jumlah bacaan lima puluh ayat.
“Kami sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami berangkat salat.” Aku bertanya, “Berapa lama antara keduanya?” Zaid menjawab, “Saat mengaji 50 ayat Al-Qur’an.” (HR Bukhari)
Murajaah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Quran, bulan dimana Al-Quran diturunkan. Di bulan Ramadhan, Rasulullah selalu murajaah hafalan Al-Quran bersama Jibril. Setiap bulan Ramadan, Jibril mendatangi Rasulullah untuk mengulang hafalan Al-Quran. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,
Jibril biasa menemuinya setiap malam selama bulan Ramadhan sampai dia bersih, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, akan menunjukkan kepadanya Al-Qur’an.
“Jibril selalu menjenguknya setiap malam di bulan Ramadhan hingga akhir bulan. Saat itu Rasulullah saw. shallallahu ‘alaihi wa sallam bacalah Al-Qur’an di depannya.” (HR. Bukhari)
Mendirikan salat tarawih
Di antara kebiasaan Rasulullah di bulan Ramadan adalah mengerjakan salat tarawih di malam hari. Hal tersebut karena keutamaan salat malam di bulan Ramadan,
Barangsiapa yang shalat Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
“Barangsiapa yang mendirikan salat di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya sebelumnya akan diampuni.” (HR. Muslim)
Akan tetapi, Rasulullah tidak mengerjakan tarawih sebagaimana yang kita kerjakan dengan berjamaah di masjid. Beliau biasanya salat sendiri di rumah dan terkadang salat berjamaah di masjid. Hal tersebut karena beliau khawatir salat tersebut akan diwajibkan untuk umatnya, sebagaimana dalam hadis dari ‘Aisyah,
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu ‘anhu: “Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, shalat suatu malam di masjid, ada yang memimpin salatnya, lalu ada pula yang salat.” Orang-orang bertambah banyak, dan mereka berkumpul pada malam ketiga atau keempat, namun Rasulullah SAW tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi hari Dia berkata: Aku melihat apa yang kamu lakukan, dan tidak ada yang menghalangiku untuk pergi menemuimu kecuali aku khawatir hal itu akan dikenakan padamu, dan itu terjadi pada bulan Ramadhan.
“Dari Aisyah semoga Tuhan memberkatimu, ‘Suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat di masjid, kemudian orang ikut salat bermumum di belakangnya. Malam berikutnya, dia berdoa lagi dan jamaah berikutnya bertambah.
Kemudian pada malam ketiga atau keempat, orang-orang sudah berkumpul memadati masjid, namun Rasulullah tidak keluar menemui mereka.
Keesokan paginya, beliau bersabda, ‘Aku tahu apa yang kalian lakukan tadi malam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, selain kekhawatiranku bahwa salat ini akan diwajibkan atas kalian.’” (HR. Bukhari)
I’tikaf dan khusyuk beribadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang memiliki keutamaan luar biasa. Oleh karena itu, di 10 hari terakhir Ramadan, beliau melakukan i’tikaf di masjid untuk beribadah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata,
Nabi Muhammad SAW biasa mengasingkan diri pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengerjakan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.” (HR. Muslim)
Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, ia beribadah dengan sangat khusyuk. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis,
Ketika Nabi Muhammad SAW masuk, dia akan mengencangkan celemeknya, bermalam, dan membangunkan keluarganya.
“Ketika sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) telah memasuki, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kain sarungnya, memeriahkan malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Muslim)
Tetap mengumpuli istri di malam hari
Mengumpuli istri atau berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadan merupakan hal yang terlarang. Hal tersebut membatalkan puasa dan juga ada penebusan dosa yang harus ditanggung oleh pelakunya. Akan tetapi di malam hari, hal tersebut tidak diharamkan. Bahkan Rasulullah pun tetap mengumpuli istrinya ketika bulan Ramadan di malam hari.
Hal tersebut bisa disimpulkan dari sebuah hadis yang menunjukkan Rasulullah berada dalam kondisi junub di waktu Subuh, sebagaimana dalam sebuah hadis,
Rasulullah SAW akan bangun di pagi hari tanpa mengalami mimpi basah selama Ramadhan, lalu berpuasa.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam situasi tersebut junub di waktu Subuh karena jima’ bukan karena mimpi di bulan Ramadan, lalu berpuasa.” (HR. Muslim)
Dari hadis di atas, bisa kita simpulkan bahwa Rasulullah tetap mengumpuli istrinya di bulan Ramadan. Akan tetapi, ketika 10 hari terakhir di bulan Ramadan, beliau tidak melakukannya. Sebagaimana dalam hadis sebelumnya, di 10 hari terakhir Ramadan, beliau mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam di 10 hari terakhir Ramadan dengan ibadah.
Menutupi
Itulah beberapa hal yang biasa dilakukan Rasulullah di bulan Ramadan. Semoga dengan mengetahui kebiasaan beliau di bulan Ramadan, kita bisa mencontoh beliau agar kita bisa menjalankan bulan Ramadan dengan baik dan bisa memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk menggapai ampunan dan pahala sebanyak-banyaknya.
Baca juga: Amalan Sehari-hari Ramadhan
***
Penulis: Firdian Ikhwansyah
Artikel Muslim.or.id
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch