Ciri-ciri Pria Yang Patut Dipilih Oleh Wanita

Fatwa Syekh Abu Abdillah Musthafa bin Al-‘Adawi

Pertanyaan:

Apa saja sifat laki-laki yang hendaknya dipilih oleh seorang wanita untuk dirinya?

Jawaban:

Di antara sifat (karakter) tersebut adalah berikut ini:

Pertama: Memiliki agama yang baik. Hal ini berdasarkan firman Allah Mengetuk,

Hamba yang beriman lebih baik dari pada orang musyrik, meskipun dia menyenangkan hatimu.

“Sesungguhnya budak yang beriman lebih baik dari pada orang musyrik, meskipun dia menarik hatimu.” (QS. Al-Baqarah : 221)

Kedua: Setidaknya ia menguasai (menghafal) sebagian dari Al-Qur’an. Hal ini karena Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian telah menikahkan seorang laki-laki dari sahabatnya dengan hafalan Al-Qur’an yang dia miliki, sebagaimana terdapat dalam Asy-Shahihahin.

Ketiga: Memiliki kemampuan (al-ba’ah) menikah dalam dua jenisnya [1]. Hal ini karena Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian memotivasi para pemuda untuk menikah ketika mereka memiliki kemampuan. Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian berkata kepada Fatimah binti Qais,

Adapun Muawiyah, kamu botak dan tidak punya harta.

“Adapun Mu‘āwiyah, ia adalah seorang yang miskin, tidak memiliki harta.” [2]

Keempat: Dianjurkan untuk memilih laki-laki yang lemah lembut terhadap wanita. Hal ini karena Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian berkata tentang Abu Jahm,

Adapun Abu Jahm adalah laki-laki yang tidak akan melepaskan tongkatnya, melainkan menikah dengan Usamah.

“Adapun Abū Jahm, ia adalah seorang lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya (yakni sering memukul atau sering bepergian). Tetapi menikahlah dengan Usāmah.”

Kelima: Seorang wanita merasa bahagia ketika melihat dia (suaminya), begitu pula agar tidak ada rasa segan (rasa tidak suka atau jarak satu sama lain) di antara keduanya, dan agar dia tidak mengingkari kebaikan suaminya.

Keenam: Disarankan untuk merasa nyaman dengannya, agar tidak timbul rasa tidak suka atau nusyuz (durhaka atau pembangkangan) dari wanita. Allah Kisah dikatakan,

Laki-laki berkuasa atas perempuan karena Allah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan apa yang mereka keluarkan dari hartanya

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa’: 34)

Maka, kepemimpinan (qiwamah) Laki-laki atas perempuan terdapat dalam dua hal:

Pertama, dalam sesuatu yang merupakan kodrat laki-laki, yaitu yang Allah istimewakan bagi laki-laki atas wanita dalam penciptaannya. [3]

Kedua, faktor luar, yaitu laki-laki memberikan nafkah kepada perempuan, baik berupa mahar dalam perkawinan maupun dalam bentuk nafkah dalam perkawinan. Dengan dua hal ini terwujud dan sempurna qiwamah laki-laki. Jika salah satunya tidak sempurna, maka kurangi qiwamah laki-laki.

Jika seorang wanita adalah pihak yang menanggung nafkah keluarga, maka tidak diragukan lagi bahwa hal itu berarti dia memiliki bagian dari qiwamah (yang seharusnya diperankan oleh laki-laki, pen.) Hal ini dalam banyak kasus akan menimbulkan masalah dalam rumah tangga.

Misalnya, jika seorang dokter perempuan (yang juga direktur sebuah rumah sakit) menikah dengan petugas kebersihan di rumah tersebut (tidak diragukan lagi bahwa ini halal dan boleh-boleh saja), maka kemungkinan besar akan (mungkin) terjadi nusyuz, merasa tinggi, dan antipati dari pihak istri terhadap suami dalam kondisi seperti ini.

Ketujuh: Dianjurkan bagi seorang gadis untuk memilih pasangan yang dapat menjaga kehormatannya. Maka, makruh (tidak disukai) baginya — meskipun tidak haram — untuk menikah dengan seorang lelaki tua yang usianya mendekati delapan puluh tahun, karena kecil kemungkinan ia mampu menjaga kehormatan dan memenuhi kebutuhan biologisnya. Kami telah menyebutkan dalam kitab kami Jami’ Ahkam al-Nisa’ kisah lamaran Abu Bakar kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anhuma, dan sabda Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian

Dia kecil

“Masih kecil…” (hadits).

Namun, hal ini tidak berlaku dalam semua kondisi, karena bisa saja seseorang yang sudah tua memiliki kekuatan seperti orang muda.

Kedelapan: Dianjurkan untuk memilih laki-laki yang sehat, tidak memiliki aib (penyakit), berdasarkan sabda Nabi semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian

Larilah dari penderita kusta seperti kamu lari dari singa

“Larilah dari penderita kusta seperti lari dari singa.”

Kesembilan: Dianjurkan untuk menikahi laki-laki yang subur (tidak infertil atau mandul), hal ini karena keutamaan memiliki keturunan. Kecuali jika terdapat faktor tertentu yang mendorong menikahi laki-laki seperti itu. Wallahu ta’ala a’lam. [4]

***

@Unayzah, KSA; 26 Rajab 1447/ 15 Januari 2026

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Yaitu kemampuan untuk jimak (hubungan biologis) dan kemampuan menanggung biaya nikah dan nafkah untuk istri.

[2] Hal ini tidak bertentangan dengan firman Allah Mengetuk,

Dan nikahkanlah perempuan-perempuan muda di antara kamu dan orang-orang shaleh dari antara hamba-hambamu laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, niscaya Allah akan memperkaya mereka dengan karunia-Nya, dan Allah Maha Cukup lagi Maha Mengetahui.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian, dan orang-orang yang layak (untuk menikah) dari hamba-hamba kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka kecukupan dari karunia-Nya.” (QS. An-Nur: 32)

Tidak diragukan lagi bahwa jika agama bertentangan dengan hal lain, maka agama harus diutamakan. Namun, pembahasan ini berlaku dalam kondisi ketika dua orang memiliki tingkat agama yang sama. Maka saat itu, hadis Rasulullah semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian tentang Mu’awiyah menjadi relevan.

[3] Misalnya, secara umum, fisik laki-laki lebih kuat daripada wanita (pen.).

[4] Diterjemahkan dari Ahcamun Nikah adalah Zeaf. hal. 58-60.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.