Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Tuhan memberkati
Pertanyaan:
Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar hukumnya sunah? Ataukah tidak ada zikir tasbih setelah salat Asar atau Zuhur ketika safar?
Jawaban:
Rangkaian zikir setelah salat hukumnya sunah, baik ketika safar maupun tidak, baik ketika sedang menunaikan ibadah haji maupun tidak, serta berlaku untuk pria maupun wanita. Setelah selesai mengucapkan salam, disunahkan untuk mengucapkan,
Aku mohon ampun kepada Allah, aku mohon ampun kepada Allah, aku mohon ampun kepada Allah
“Saya meminta pengampunan kepada Tuhan.” (3x)
Ya Tuhan, Engkau damai dan dariMu damai. Berbahagialah engkau, wahai Pemilik keagungan dan kehormatan.
“Ya Tuhan, memang kamu As-Salam (Pemberi Keselamatan), dan dari-Mulah keselamatan. Maha Suci Engkau, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kekuasaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa dalam segala hal.
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Tuhan saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali pada Tuhan
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Tidak ada tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia. Kepunyaan-Nya nikmat, milik-Nya nikmat, dan milik-Nya puji-pujian.
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali Dia. Bagi-Nya segala nikmat, bagi-Nya segala karunia, dan bagi-Nya segala puji-pujian.”
Tiada Tuhan selain Allah yang ikhlas dalam beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dengan mensucikan agama hanya untuk Dia, meskipun orang-orang kafir membencinya.”
Ya Allah, tidak ada seorang pun yang menghalangi apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada seorang pun yang memberikan apa yang Engkau tahan, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengambil manfaat dari kesungguhanmu.
“Ya Tuhan, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan apa yang Engkau cegah. Dan harta orang kaya tidak bermanfaat bagi-Mu.”
Semua zikir ini diucapkan oleh Nabi ﷺ setelah salat, baik itu salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, maupun Subuh. Setelah salat Magrib dan Subuh, disunahkan untuk mengucapkan zikir tambahan berikut sebanyak sepuluh kali, baik ketika safar maupun daerah (tidak safar),
Tidak ada Tuhan selain Tuhan saja, tanpa sekutu. Kepunyaan-Nya kekuasaan dan milik-Nya puji-pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Tuhan saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji. Dia pemberi kehidupan dan kematian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
– Fatwa Selesai [1] –
Catatan penerjemah
Salah satu dari sekian banyak nikmat Tuhan Ta’ala kepada hamba-Nya adalah keringanan syariat di kala situasi sulit, di antaranya ketika safar di mana salat wajib dapat dijamak dan diqasar dengan sejumlah kriteria tertentu. Melihat hal ini, barangkali ada yang berpikir: Jika yang wajib saja diringankan tata cara pelaksanaannya, bagaimana dengan amal sunah yang tidak mengapa jika ditinggalkan? Apakah amal sunah lebih baik ditinggalkan saja ketika safar, menimbang amal wajib pun diringankan pelaksanaannya?
Melalui fatwa Syekh di atas, kita dapat memahami bahwa adanya keringanan pada amal yang wajib ketika safar, bukan berarti otomatis mengakibatkan semua amal sunah menjadi lebih utama ditinggalkan. Bahkan ketika safar, justru ada amalan-amalan sunah khusus seperti mengucap takbir ketika jalan menanjak, mengucap tasbih ketika jalan menurun, maupun memperbanyak doa.
Sahabat Jabir bin Abdillah semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian mengatakan,
Ketika kita naik, kita akan mengucapkan “Allahu Akbar,” dan ketika kita turun, kita akan mengucapkan “Allahu Akbar.”
“Saat kami (para sahabat) berjalan menanjak, kami mengucapkan takbir. Dan saat kami berjalan menuruni bukit, kami mengucapkan tasbih.” [2]
Nabi ﷺ berkata,
Ada tiga doa yang pasti terkabul, yaitu: doa orang yang tertindas, doa seorang musafir, dan doa seorang ayah terhadap anaknya.
“Ada tiga doa yang Besar dan tidak diragukan lagi keampuhannya: doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir (yang sedang safar), dan doa orang tua untuk anaknya.” [3]
Alhasil, apa pun kondisi yang sedang kita jalani, akan selalu ada peluang untuk beribadah. Selain itu, sebaiknya jangan biarkan safar kita menjadi perjalanan yang kosong dari ibadah sama sekali. Allahu waliyyut taufiq.
Baca juga: Adab-Adab Safar (Bepergian jauh)
***
Semarang, 6 Zulhijah 1447
Penerjemah: Reza Mahendra
Artikel Muslim.or.id
Referensi:
[1] Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibnu Baz, 30: 205, https://binbaz.org.sa/fatwas/20761
[2] SDM. Bukhari no. 2993.
[3] SDM. At-Tirmidzi no. 1905, At-Tirmidzi menilainya hasan sahih.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.