Siksaan Neraka yang Mengerikan

Terkait tadabbur dan tafsir surah An-Naba kini kita memasuki bagian ketiga, tentang peristiwa mengerikan di hari kiamat dan azab neraka yang dahsyat.

Sehubungan dengan bagian surah ini pada ayat 17-30, Syekh Abdurrahman As-Sa’di Tuhan memberkati menjelasakan,

Tuhan Yang Maha Esa menyebutkan apa yang akan terjadi pada hari kiamat, yang membuat orang-orang ingkar heran, dan orang-orang yang keras kepala mengingkari, bahwa itu adalah hari besar.

“Allah Obat menyebutkan berbagai hal pada hari kiamat, yang mana hari kiamat dahulu dikafirkan oleh orang-orang yang ingkar dan diingkari oleh orang-orang yang ingkar. Hari itu adalah hari yang buruk.” (Taishir Karimir Rahman, hal. 906)

Allah ingin menakut-nakuti kaum musyrikin yang tidak percaya hari kiamat, dengan memberikan gambaran mengerikan tentangnya serta balasan neraka yang jauh lebih mengerikan lagi.

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Hari penghakiman adalah waktu yang telah ditentukan

“Sesungguhnya hari pengambilan keputusan adalah waktu yang telah ditentukan.” (QS.An-Naba’ [78]: 17)

Hari kiamat disebut juga dengan yaumul fashl, yang artinya hari pemisah, karena pada hari itu Allah memisahkan antara kebenaran dan kejahatan. Ketika di dunia, seseorang mungkin bisa saja menyembunyikan kejahatannya, bahkan menampakkan seakan-akan itu adalah kebenaran. Akan tetapi di hari kiamat, Allah akan memisahkan kedua hal tersebut sehingga terang dan jelaslah mana manusia yang berada dalam kebenaran dan kejahatan.

Di dunia, seseorang bisa korupsi dan menyuap anggota dewan; namun di hadapan Allah, harta tidak lagi berguna. Di dunia, manusia bisa mencari pengacara terbaik sehingga bisa memutarbalikkan fakta di meja persidangan. Namun di persidangan Allah, tidak ada lagi yang menemani kita mempertanggungjawabkan amal kita. Allah telah menyiapkan waktu khusus, satu per satu orang diadili oleh Allah, dari manusia pertama sampai terakhir. (Shofwatut Tafasir, 3: 484)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Pada hari terompet ditiup dan kamu akan datang berbondong-bondong.

“(Yaitu) hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong.” (QS. An-Naba’ [78]: 18)

Pada hari itu, terompet ditiup untuk membangkitkan manusia dari kuburnya. Manusia kemudian datang dalam bentuk sebuah kelompok, dibangkitkan dari satu zaman ke zaman berikutnya. Setiap kelompok manusia datang bersama Rasulnya, untuk dipertanggungjawabkan dan mendapat pahala atas amalnya. (Shofwatut Tafasir, 3: 484 dan Madarikut Tanzil, 3: 591)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Dan langit terbuka dan ada gerbang-gerbang.

“Langit terbuka. Jadi, ada beberapa pintu.” (QS.An-Naba’ [78]: 19)

Setelah manusia berkumpul dan menunggu untuk mendapatkan hisab, Allah membuka langit pada semua sisinya, seakan-akan seperti pintu-pintu dan jendela-jendela yang ada pada rumah. Pada langit yang terbuka tersebut, keluarlah para malaikat. (Shofwatut Tafasir, 3: 484 dan Ma’alimut Tanzil, 5: 200)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Dan gunung-gunung pun tertutupi dan menjadi fatamorgana.

“Gunung-gunung pun dijalankan. Maka, ia menjadi (seperti) fatamorgana.” (QS. An-Naba’ [78]: 20)

Hamka dalam tafsirnya menjelaskan bahwa setelah sangkakala ditiup, gunung-gunung yang tadinya kokoh seperti pasak bumi, menjadi hancur dan hapus. Gunung diangkat dan ditabrakkan satu dengan lainnya, menjadi debu beterbangan. Oleh karena itu, bumi menjadi rata, menjadi padang belantara belaka.

Apa yang terlihat oleh mata hanyalah fatamorgana, yaitu bayang-bayang menyerupai air yang disebabkan oleh panasnya permukaan. Apabila seseorang kehausan, dia akan berlari ke sana berharap bertemu air, namun yang dia dapatkan hanyalah harapan yang pupus, setetes pun air tidak ditemuinya.

Hamka juga menjelaskan bahwa ini adalah gambaran seseorang yang mencari kebahagiaan namun tidak dengan menjalani tuntunan yang diberikan Allah. Dia sangka dia menuju mata air kebahagiaan, namun yang ada hanyalah tanah kering kerontang berisi penderitaan. (Tafsir Hamka, hal. 7859)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Sungguh, Neraka telah menjadi tempat penantian

“Sesungguhnya (neraka) Jahanam (adalah) tempat mengintai (bagi para penjaga neraka).” (QS.An-Naba’ [78]: 21)

Neraka Jahanam mengintai, mendekat, dan menyergap orang-orang kafir. Sebagaimana prajurit yang sedang berperang mengintai dan menyergap musuhnya. (Shofwatut Tafasir, 3: 484)

Makna lain yang diberikan Ibnu Juzay adalah di atas neraka ada jalan atau shirath yang dilalui orang beriman untuk masuk surga. Sedangkan orang kafir akan diseret ke neraka. (At-Tashil li ‘Ulumit Tanzil, 2: 445)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Tidak ada jalan bagi para tiran

“(Dan) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.” (QS. An-Naba’ [78]: 22)

Orang yang melampaui batas adalah orang-orang kafir, tempatnya di neraka. Adapun seorang muslim yang masih beriman dalam hatinya, walaupun hanya sedikit, dan di dunia ini banyak yang durhaka kepada Allah, maka ia terancam “hanyut” terlebih dahulu di neraka, namun mereka tidak akan tetap di neraka.

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Kami akan tetap di sana untuk jangka waktu tertentu

“Mereka tinggal di sana untuk waktu yang lama.” (QS.An-Naba’ [78]: 23)

Ahqab adalah bentuk prural dari hakyaitu rentang waktu yang sangat panjang tanpa ada ujungnya, yaitu maknanya adalah: selama-lamanya orang kafir disiksa di neraka.

Pendapat lain menyatakan bahwa hak adalah suatu rentang waktu yang ada ujungnya, yaitu antara 80 tahun, 30 tahun, atau pendapat lainnya yang menerangkan ujungnya. Namun, adanya ujung rentang waktu ini bukan berarti orang kafir hanya tinggal sementara di neraka, namun maknanya adalah setiap rentang waktu tertentu, Allah akan berikan azab yang berbeda-beda bagi mereka. (At-Tashil li ‘Ulumit Tanzil, 2: 445)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Di dalamnya mereka tidak merasakan dingin atau minuman apa pun, kecuali air panas dan hujan.

“Mereka tidak merasakan dinginnya di dalamnya dan tidak (mendapatkan) minuman apapun, selain air mendidih dan nanah.” (QS.An-Naba’ [78]: 24-25)

Artinya, mereka akan merasakan panas selalu, tidak akan merasa sejuk dingin. Serta minuman yang menghilangkan dahaga tidak akan diberikan di sana. Akan tetapi, minuman penghuni neraka adalah air mendidih dan nanah penghuni neraka lainnya. Tidak terbayangkan betapa mengerikannya kehidupan di neraka. Ketika haus, hanya ada pilihan minuman panas yang merobek-robek usus atau meminum nanah yang menjijikkan. (Tafsir Hamka, hal. 7861)

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Sebuah balasan

“Sebagai balasan yang pantas.” (QS.An-Naba’ [78]: 26)

Bahwasanya azab siksaan neraka yang demikian pedih dan mengerikan adalah setimpal belaka dengan dosa yang dibuat selama hidup di dunia, dosa karena tidak beriman, melanggar apa yang Allah tentukan, serta membuat kerusakan di muka bumi. (Tafsir Hamka, hal. 7859)

Ayat ini menjadi bantahan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Allah tidak adil. Dalam memberikan balasan kepada manusia, Allah akan bersifat antara adil atau rahmat, tidak akan pernah zalim. Penghuni neraka, Allah perlakukan dengan adil, kesalahan mereka (tidak mau beriman) akan dibalas dengan adil, yaitu kekal di neraka. Adapun para penghuni surga, Allah memperlakukan mereka dengan rahmat; meskipun beribadah hanya puluhan tahun, namun Allah memberikan kenikmatan surga selamanya.

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Sesungguhnya mereka tidak mengharapkan pertanggungjawaban dan menolak ayat-ayat Kami dengan sebutan pembohong. Dan Kami telah mencatat semuanya sebagai catatan.

“Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan hisab. Mereka sungguh mengingkari ayat-ayat Kami. Segala sesuatunya telah Kami catat di dalam kitab (catatan amalan manusia).” (QS.An-Naba’ [78]: 27-29)

Allah sebutkan dua keyakinan kekafiran, yaitu mereka tidak percaya adanya hari kiamat serta mereka mendustakan, tidak percaya dengan ayat-ayat Allah yang ada di dalam kitab suci atau tersebar di alam raya ini. Maka wajib bagi seorang muslim untuk menjaga dua akidah ini, senantiasa kita yakin akan adanya hari kiamat.

Allah Subhanahu Ta’ala dikatakan,

Maka cicipilah, karena Kami tidak akan menambah kepadamu apa pun kecuali siksaan.

“Oleh karena itu, cicipilah! Kami tidak akan menambahkan kepadamu, kecuali azab.” (QS.An-Naba’ [78]: 30)

Ayat ini merupakan salah satu ayat ancaman yang paling menakutkan dalam Al-Qur’an, karena azab neraka semakin hari semakin bertambah dan bukannya berkurang. Lebih banyak rasa sakit, lebih banyak rasa sakit, dan lebih banyak penderitaan.

Seandainya azab neraka semakin hari berkurang atau paling tidak sama dengan kemarin, maka penghuni neraka lama kelamaan akan terbiasa, sehingga rasa sakit yang dirasakan tidak akan terasa sakit lagi. Berbeda halnya jika semakin hari malah semakin bertambah rasa sakitnya, maka penghuni neraka itu tidak akan pernah merasa terbiasa dengan azab.

Demikianlah tafsir sederhana yang dapat kami sampaikan kepada para pembaca sekalian. Nantikan rangkaian tafsir berikutnya, jazakumullahu khairan. Semoga Tuhan melindungi kita semua.

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 2

***

Penulis: Dany Indra Permana

Artikel Muslim.or.id

Daftar Pustaka

Baghawi, Abu Muhammad Al-Hasan bin Mas’ud. (1999). Ma’alim At-Tanzil fi Tafsir Al-Qur’an (Vols. 1-5). Beirut: Dar ihya At-Turats.

Ibnu Juzay, Abul Qasim Muhammad bin Ahmad. (1992). At-Tashil li ‘Ulumit Tanzil (Jilid 1-2). Beirut: Masyarakat Darul Arqam.

Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. (2009). Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (Vols. 1-7). Arab Saudi: Dar Ibnul Jauzi.

Nasafi, Abdullah bin Ahmad bin Mahmud. (1998). Madariku At-Tanzil dan Haqaiqu At-Ta’wil (Vols. 1-3). Beirut: Dar Al-Kalam At-Thayyib.

Sa’di, Abdurrahman. (2000). Taisir Al-Karimi Ar-Rahman fi Tafsir Kalami Al-Mannan. Beirut: Muassasah Ar-Risalah.

Shobuni, Muhammad Ali. (1997). Shofwatu At-Tafasir (Jilid 1-3). Kairo: Dar Ash-Shobuni.

Zuhaili, Wahbah. (1991). Tafsir Al-Munir dalam Al-Aqidah wa Asy-Syariah wa Al-Manhaj (Vols. 1-30). Damaskus: Darul Fikr.

Catatan tambahan: semua referensi diambil dari web https://app.turath.io/


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.